Lembaga Pemelajaran dan Karier UNPAR Bagikan Tips Mencari Kerja Di Masa Pandemi

UNPAR.AC.ID, Bandung – Dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini, memaksa timbulnya banyak hal yang berubah begitu cepat, penuh ketidakpastian, kebingungan, dan ketidakjelasan.  Secara tidak langsung, timbulnya hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang terjadi pada masa pandemi sekarang terlebih di masa revolusi industri 4.0.

Perlu adanya perkembangan keterampilan yang harus dimiliki oleh para calon lulusan pada era revolusi industri 4.0 saat ini dengan kondisi pandemi yang memaksa banyaknya perubahan di berbagai sektor pekerjaan dan penerimaan kerja.

Hal tersebut mengemuka pada Webinar Dialog Kerja (DI-E-JA) 2022  yang diselenggarakan  Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) pada (4/2/2022). Acara yang bertajuk “Mencari Kerja Di Masa Pandemi” tersebut mengundang Novita Ekawati, S.Psi. selaku Human Resources (HR) Mutiara Bunda Group dan Dewiyani, S.Psi., Psik., CGA. dari Lembaga Pengembangan Pemelajaran dan Karier (LPPK) UNPAR.

Novita berkata, terdapat tiga pandemic skills yang dibutuhkan dalam praktek di lapangan kerja, yaitu, penguasaan teknologi, kewirausahaan, dan kolaborasi.

Dia menjelaskan, penguasaan keterampilan dalam penguasaan teknologi dapat berupa penguasaan teknologi yang semakin berkembang seperti menguasai berbagai macam aplikasi yang bukan saja untuk hiburan, namun bisa sebagai promosi diri, atau memberikan informasi yang bermanfaat bagi khalayak banyak.

Novita juga mengatakan, bukan saja pengusaha, tetapi menjadi seorang pegawai juga harus memiliki entrepreneurship skill (keterampilan kewirausahaan). Dimana, keterampilan tersebut mencakup adanya mental percaya diri, dan mental berani mencoba.

“Kalau kita punya entrepreneurship skill, kita akan punya keinginan untuk memajukan perusahaan kita dan itu pasti akan menyenangkan dong buat perusahaan,” kata Novita.

Mempunyai keterampilan kolaborasi  juga menjadi nilai jual yang harus dimiliki pada masa pandemi ini, kata Novita.

“Yang penting adalah bagaimana kita punya jiwa kompetisi yang juga bisa kolaborasi. Yang penting bagaimana kita bisa bekerjasama, menghargai, terbuka untuk mendapatkan masukkan, itu menjadi selling point kita dalam menambah keterampilan,” tutur Novita.

Selain itu, Novita mengucapkan apabila seorang recruiter melihat kemampuan kognitif, kepribadian, dan sikap kerja dalam proses seleksi berlangsung. Ketiga hal tersebut juga bukan hanya bagi seorang pelamar, namun hal tersebut juga menjadi penentu seorang pegawai bertahan atau tidaknya dalam dunia kerja.

“Jadi cerdas saja tidak cukup, harus disertai dengan kepribadian dan juga sikap kerja yang positif,” katanya.

Selain persiapan kemampuan, kesiapan berkas menjadi suatu hal penting. Dia juga memberikan tips apa saja yang menjadi hal utama dalam menuliskan Curriculum Vitae (CV), yaitu:

Mudah dibaca
Mudah dimengerti
Mudah diingat

Sementara itu, berdasarkan survey Exit Study 2021 di UNPAR, Dewiyani mengatakan 22 persen mahasiswa yang diterima kerja adalah melalui relasi. Dimana sebanyak 40 persen diantaranya berasal dari relasi orang tua, saudara, atau keluarga dan sebesar 39 persen berasal dari teman atau alumni.

“Makanya kenapa, teman-teman juga banyak diajak untuk berkoneksi dengan banyak orang pada saat kuliah, aktif berorganisasi, karena dengan keaktifan itu anda punya banyak relasi yang mungkin akan membantu teman-teman dalam proses pencarian kerja,” katanya.

Selain relasi, pencarian kerja juga banyak melalui media cetak atau online yang mudah didapat. Namun, Dewiyani mengatakan, para pelamar kerja harus memperhatikan informasi atau kontak, tata bahasa, website, nama perusahaan, dan lokasi kerja apabila menemukan lowongan kerja lewat iklan supaya tidak terjerat lowongan palsu.

“Biasanya lowongan palsu itu menyasar  ada unsur psikologisnya. Jadi menyasar euforia atau kegembiraan yang  amat sangat dari seseorang ketika misalnya dihubungi oleh perusahaan besar,” tutur Dewiyani.

Untuk mengatasi sedikitnya kesempatan untuk bekerja di masa pandemi, Dewiyani menjelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan, diantaranya:

Peningkatan soft skill untuk dapat bersaing di dunia industri.
Mencari pengalaman kerja lewat kerja magang sejak masih kuliah (untuk pengalaman dan koneksi).
Aktif berorganisasi.
Memilih bidang pekerjaan yang tersedia, walaupun belum sesuai dengan minat.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba pembuatan poster digital DI-E-JA 2021 dengan pemenang yaitu Gresa Grinaldi sebagai juara satu, Fitri Anggraini sebagai juara dua, dan Sarah Gracella S sebagai juara tiga. (RAM-Humkoler UNPAR)

Artikel Lembaga Pemelajaran dan Karier UNPAR Bagikan Tips Mencari Kerja Di Masa Pandemi diambil dari situs web Universitas Katolik Parahyangan.

Berita Terkini

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

UNPAR.AC.ID, Bandung – Sampai saat ini, masyarakat sering kali menghakimi atau mendiskriminasi suatu golongan tertentu yang masih kental dengan adat serta budaya seperti masyarakat adat, serta mengaitkannya dengan agama. Namun, Mgr. Geise, seorang misionaris sekaligus...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Feb 8, 2022

X