Hari Studi Dies Natalis FISIP UNPAR ke-60: Transaksi dalam Satu Genggaman

Dalam rangka hari jadinya yang ke-60, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan (FISIP UNPAR) bekerjasama dengan OCBC NISP mengadakan Hari Studi sebagai sebuah momen untuk kembali belajar. Sejalan dengan tema Dies Natalis kali ini yaitu “Membangun Masyarakat Digital yang Bermartabat”, Hari Studi mengusung topik “Digital Banking: Transaksi dalam Satu Genggaman”. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (21/8/2021) secara virtual dengan mengundang Albert Suryadinata, S.Sos., M.M., Regional Head Jawa Barat OCBC NISP sebagai pembicara.

Topik “Digital Banking: Transaksi dalam Satu Genggaman” menjadi penutup rangkaian Hari Studi FISIP UNPAR yang telah berlangsung sejak Senin (16/8/2021) lalu yang mengangkat topik “Preparing To Be A Digital Talent”, dilanjutkan Rabu (18/8/2021) dengan topik “Mindfulness: Berdamai dengan Beban Digital”, dan Kamis (19/8/2021) dengan topik “Mindfulness (2): How To Cope With Digital Overload”.

Dr. Pius Sugeng Prasetyo selaku Dekan FISIP UNPAR memberikan kata sambutan di awal acara. Beliau berharap sesi yang dibawakan oleh Albert yang merupakan alumnus UNPAR dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi para hadirin mengenai digital banking.

Transaksi dalam Satu Genggaman

Di
dunia perbankan, semua sudah bertransformasi ke area digital. Berdasarkan data
selama tahun 2015 sampai 2016, ATM di Indonesia mengalami peningkatan 1,3%, Internet Banking  atau Mobile
Banking
mengalami peningkatan 38%, namun transaksi di Kantor Cabang
Pembantu (KCP) menurun sebesar 12,6%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa
kehidupan kita begitu dipermudah oleh digital. Smart devices bukan hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi saja,
tetapi di era sekarang dapat digunakan untuk bertransaksi dan menonton hanya
dalam satu genggaman saja.

Digital
tidak selalu diidentikan dengan robot. Sentuhan manusia terutama di bidang jasa
sangat penting. Digital digunakan hanya untuk mempermudah dan memperlancar
kehidupan kita sehari-hari.

Perubahan Perilaku

Karakter
manusia paling sulit diubah. Tetapi perilaku mau tidak mau akan terdorong oleh
era yang ada. Contohnya di jaman dahulu menonton film harus menggunakan compact disc (CD), tetapi di jaman
sekarang untuk membeli alat pemutar CD saja sudah sulit. Maka dari itu jika di
bidang jasa tidak ikut bertransformasi kejadiannya akan seperti Nokia yang
perlahan menghilang karena perubahan perilaku konsumen. Tidak ada ‘kata baku’
untuk perilaku konsumen. Di dunia perbankan sekarang tidak ada jangkauan lagi
untuk bertransaksi. Transaksi dapat dilakukan di mana saja bahkan hingga ke
taraf internasional.

Generasi
Z (kelahiran setelah tahun 2000) mungkin bagi sebagian besar orang dianggap
sebagai generasi yang malas dan sulit diatur. Nyatanya stereotip ini salah
kaprah karena sebenarnya Generasi Z adalah generasi yang paling mudah dan mampu
mengakses teknologi. OCBC NISP dengan 50-60% stafnya adalah Generasi Z
membekali mereka dengan digital devices.

Zaman
dahulu membuka rekening perlu menggunakan formulir kertas, tetapi di masa
sekarang para staf dibekali oleh Digital
CRM
, suatu perangkat yang digunakan oleh marketing untuk membuka rekening dengan laptop. Terdapat kelemahan
dari metode ini di Indonesia yakni jaringan internet yang lambat sehingga
banyak kendala ketika bertransaksi. Namun di era digital harus terus mencoba
untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada.

OCBC NISP tidak hanya mengembangkan Mobile Banking bagi para nasabah, tetapi juga sedang mempersiapkan Premium Guest House yang merupakan KCP fisik yang telah terdigitalisasi. Di Premium Guest House tidak akan lagi ditemukan adanya antrian di teller. Nasabah dapat duduk dengan santai karena fasilitasnya setara dengan hotel bintang 5. Transaksi dilakukan menggunakan iPad. OCBC NISP mengadaptasi metode ini dari Bank di Eropa dan Singapura.

“Mungkin kedepannya mostly bank-bank akan merubah branch fisiknya menjadi digital era,” tutur Albert. (JNS)

Artikel Hari Studi Dies Natalis FISIP UNPAR ke-60: Transaksi dalam Satu Genggaman diambil dari situs web Universitas Katolik Parahyangan.

Berita Terkini

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

UNPAR.AC.ID, Bandung – Sampai saat ini, masyarakat sering kali menghakimi atau mendiskriminasi suatu golongan tertentu yang masih kental dengan adat serta budaya seperti masyarakat adat, serta mengaitkannya dengan agama. Namun, Mgr. Geise, seorang misionaris sekaligus...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Aug 23, 2021

X