KBRI Windhoek Jembatani Peluang Kerja Sama UNPAR dan University of Namibia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Windhoek menjembatani peluang kerja sama antara institusi pendidikan kedua negara, Indonesia-Namibia. Kali ini, KBRI Windhoek menginisiasi pertemuan virtual antara Kantor Internasional dan Kerja Sama Universitas Katolik Parahyangan (KIK UNPAR) dengan University of Namibia (UNAM), pada Rabu (4/8/2021).

Pertemuan tersebut secara ringkasnya membahas peluang kerja sama antara UNPAR dengan UNAM, baik dalam bidang pelatihan singkat, pertukaran staf pengajar dan mahasiswa, serta pemberian beasiswa melalui jalur Kemitraan Negara Berkembang (KNB). 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Kepala Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Windhoek Ari Hadiman. Sementara dari UNPAR turut hadir di antaranya Kepala KIK UNPAR Sylvia Yazid, Ph.D., Dekan FISIP Dr. Pius Sugeng Prasetyo, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Aknolt Kristian Pakpahan, Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis UNPAR Dr. Maria Widyarini, dan Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UNPAR Elisabeth Dewi. Sedangkan dari UNAM, hadir Romanus Shivoro (Koordinator Hubungan Internasional dn Eksternal UNAM), Ms. Erika Thomas (Kepala Jurusan Manajemen Publik dan Ilmu Politik UNAM), dan Roseta Nawases (Dosen Jurusan Manajemen Publik dan Ilmu Politik UNAM).

Melansir laman KBRI Windhoek, Kamis (5/8/2021), UNAM merupakan universitas negeri terbesar di Namibia yang didirikan pada tahun 1992. Saat ini UNAM memiliki 8 fakultas dan 12 kampus di Namibia, dengan jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dan staf universitas yang berjumlah sekitar 2.200 orang. UNAM telah menjalin kerja sama internasional dan kemitraan untuk berkolaborasi dengan universitas asing serta kerja sama dengan pihak pemerintah maupun swasta.

Ari Hadiman menuturkan bahwa diadakannya pertemuan ini untuk mengeksplorasi kemungkinan penyediaan pendidikan tinggi antara Namibia dan Indonesia. 

“Kami melihat banyak kemungkinan untuk mempromosikan universitas, apalagi Indonesia dan Namibia telah menetapkan hubungan bilateral sejak 1991, tahun ini merupakan tahun ke-30 hubungan bilateral ini berjalan. Kedua negara selama 30 tahun telah membangun berbagai kerja sama politik, ekonomi, dan pendidikan,” tutur Ari.

Dia pun menuturkan, dalam mewujudkan pemahaman yang lebih baik dan secara simultan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Pemerintah Indonesia menyediakan beasiswa KNB. Beasiswa ini didedikasikan untuk pelajar dari negara berkembang dengan ekspektasi bukan hanya meningkatkan kualitas hidup tetap juga memperkenalkan budaya Indonesia.

“UNPAR adalah salah satu universitas untuk beasiswa KNB. Hingga kini, Pemerintah Indonesia telah memberikan beasiswa KNB kepada 5 pelajar Namibia. Diharapkan dari pertemuan ini, kedua universitas dari dua negara dapat berdiskusi,” ujarnya.

KBRI selaku perwakilan dari pemerintah Indonesia, lanjut dia, mempunyai kewajiban untuk melihat aspirasi dari pemangku kepentingan termasuk universitas. KBRI bertugas untuk mengidentifikasi dan memfasilitasi antara pemangku kepentingan Indonesia dengan rekan-rekan luar negeri.

“Ekspektasi hasil setelah pertemuan ini adalah kedua universitas mengetahui satu sama lain, memperluas jaringan akademik atau personal antar universitas, dan mengidentifikasi potensi seperti pertukaran staf akademik, penelitian atau jurnal, dan mengorganisir atau mengikuti bersama seminar atau workshop internasional,” ucapnya.

Romanus Shivoro dalam pemaparannya mengatakan bahwa kolaborasi diperlukan di semua disiplin ilmu. Pihaknya pun menjabarkan beberapa kolaborasi yang bisa dilakukan bersama UNPAR. Di antaranya pertukaran pelajar, pertukaran staf pengajar, lokakarya dan konferensi bersama, dan  kuliah singkat yang menargetkan pada pengembangan sektor ekonomi.

Sementara dari UNPAR, pemaparan disampaikan Kepala KIK UNPAR Sylvia Yazid, Ph.D. Sylvia dalam pertemuan tersebut memaparkan 4 hal yang bisa dikolaborasikan. Mulai dari aspek pengajaran, student mobility, magang, dan riset. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)

Artikel KBRI Windhoek Jembatani Peluang Kerja Sama UNPAR dan University of Namibia diambil dari situs web Universitas Katolik Parahyangan.

Berita Terkini

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

UNPAR.AC.ID, Bandung – Sampai saat ini, masyarakat sering kali menghakimi atau mendiskriminasi suatu golongan tertentu yang masih kental dengan adat serta budaya seperti masyarakat adat, serta mengaitkannya dengan agama. Namun, Mgr. Geise, seorang misionaris sekaligus...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Aug 5, 2021

X