LPPM UNPAR Sosialisasikan Peraturan Rektor Terkait P2M dan Insentif

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan (LPPM UNPAR) mensosialisasikan dua Peraturan Rektor Tahun 2021 yang mengatur P2M dan Insentif. Dua Peraturan Rektor tersebut yaitu Peraturan Rektor Nomor III/PRT/2021-07/194 tentang Skema dan Tata Laksana Hibah Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Fasilitasi Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi UNPAR dan Peraturan Rektor Nomor III/PRT/2021-06/191 tentang Persyaratan dan Tata Laksana Pemberian Insentif Karya Ilmiah Dosen UNPAR.

Sosialisasi yang berlangsung daring, pada Selasa (13/7/2021) itu disampaikan oleh Kepala LPPM Dr. Henky Muljana, S.T., M.Eng., Kepala Divisi Pengembangan Penelitian Maria Fransiska Hanna, S.T., M.T., Kepala Divisi Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat Arnold Rurry Patty Anandasari Lajar, S.T., dan Kepala Divisi Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ezer Lumika, S.S.

Ringkasnya, sosialisasi dua peraturan tersebut karena adanya beberapa perubahan di antaranya, adanya perubahan dan penambahan skema penelitian/pengabdian dana internal; adanya penambahan skema khusus penelitian pengabdian untuk pengembangan mahasiswa; penegasan beberapa peraturan; adanya skema baru yaitu Fasilitasi Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi (PenAJari) dan skema tersebut menggantikan Program Fasilitasi Kenaikan Jabatan Fungsional yang mulai berlaku 2 Juli 2021.

Di Peraturan Rektor terbaru yang mengatur P2M, skema penelitian dibagi menjadi 3, yaitu penelitian dana internal, penelitian kompetitif, dan penelitian dana mandiri. Untuk penelitian kompetitif dan dana mandiri dijelaskan tidak ada perubahan dari SK sebelumnya, sementara untuk dana internal banyak perubahan.

Kepala Divisi Pengembangan Penelitian Maria Fransiska Hanna, S.T., M.T., menuturkan bahwa di peraturan lama, skema penelitian dana internal dibagi menjadi 5, yaitu penelitian literatur, penelitian dosen muda, penelitian monodisiplin, penelitian multidisiplin, dan penelitian dana pendamping. 

“Sementara di peraturan baru, penelitian dana internal dibagi menjadi 3 skema besar, yaitu penelitian dana internal dosen, penelitian dana pendamping, dan penelitian pengembangan mahasiswa,” tuturnya.

Untuk penelitian dana internal dosen, lanjut dia, ada penambahan skema dan ada skema yang diubah yaitu penelitian multidisiplin menjadi penelitian unggulan perguruan tinggi dan penelitian pusat studi. Selain itu, ada dua hal baru juga yaitu penelitian naskah akademik dan karya seni monumental guna mengakomodasi rekan-rekan di Fakultas Hukum dan Fakultas Filsafat UNPAR yang memiliki penelitian dalam ranah naskah akademik dan karya seni.

“Masih di bagian penelitian dana internal dosen, ada penambahan berupa penelitian publikasi internasional bereputasi,” katanya.

Sementara penelitian pengembangan mahasiswa tujuannya untuk membantu mahasiswa tetapi pengusulnya tetap dosen UNPAR. Dibagi menjadi 4 skema, yaitu penelitian TA mahasiswa Magister, penelitian TA mahasiswa Doktor, penelitian pengembangan produk, dan penelitian penulisan artikel ilmiah.

Lebih lanjut, Kepala Divisi Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat Arnold Rurry Patty Anandasari Lajar, S.T., menjelaskan definisi dosen universitas dalam peraturan baru, yaitu mencakup dosen observasi, dosen kontrak, dan dosen tetap. 

Dia mengatakan Peraturan Rektor terkait P2M terbaru lebih lanjut mengatur bahwa dalam 1 tahun, seorang dosen universitas (tidak sedang studi lanjut) dapat mengusulkan sebanyak-banyaknya 2 pendanaan penelitian sebagai ketua atau 2 pendanaan pengabdian sebagai ketua, atau 1 pendanaan penelitian dan 1 pendanaan pengabdian sebagai ketua.

Dosen universitas yang sudah 2 tahun berturut-turut mendapatkan pendanaan penelitian dana internal dosen atau pengabdian kepada masyarakat, diwajibkan untuk menghasilkan proposal hibah penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat sebagai ketua dengan sumber pendanaan eksternal.

“Pengecualian dapat diberikan untuk dosen universitas dengan jabatan fungsional maksimal Asisten Ahli dan berpendidikan Magister. Keikutsertaan dalam penelitian dan/atau pengabdian eksternal dapat sebagai anggota peneliti/pengabdi,” ujarnya.

Selain itu, keterlambatan penyelesaian laporan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat berakibat pada dihentikannya layanan pendanaan penelitian, pendanaan pengabdian kepada masyarakat, dan pengusulan pendanaan pertemuan ilmiah sampai dengan pelaporan diselesaikan.

Sementara Peraturan Rektor No. III/PRT/2021-06/191 tentang Persyaratan dan Tata Laksana Pemberian Insentif Karya Ilmiah Dosen UNPAR dijelaskan oleh Kepala Divisi Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ezer Lumika, S.S. 

Dia menuturkan, dalam peraturan baru, ada skema yang memfasilitasi Fakultas Filsafat dan Fakultas Hukum UNPAR, yakni insentif untuk karya seni monumental (kategori nasional & internasional) dan naskah akademik (kategori nasional & regional). 

Karya seni monumental harus memenuhi syarat memiliki nilai abadi dan monumental/estetik; dibuktikan oleh Surat Rekomendasi/Keterangan/Review dari Lembaga/Pakar/Badan Organisasi/Perorangan terpercaya baik dari tingkat nasional maupun internasional.

Sementara naskah akademik harus memiliki kebermanfaatan secara luas bagi masyarakat yang mendukung sebuah lembaga/instansi pemerintahan hasil kajian hukum/penelitian terhadap suatu masalah terkait peraturan/perundang-undangan; dibuktikan oleh Surat Rekomendasi/Keterangan/Penugasan dari Lembaga/Instansi/Organisasi pemerintah baik dari tingkat nasional maupun daerah; dan telah disahkan oleh Lembaga/Instansi/Organisasi pemerintah baik dari tingkat nasional maupun daerah.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi email lppm@unpar.ac.id, WhatsApp (082258061797), website lppm.unpar.ac.id, instagram @lppmunpar, VOIP 100401, SI LPPM silppm.unpar.ac.id. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)

Artikel LPPM UNPAR Sosialisasikan Peraturan Rektor Terkait P2M dan Insentif diambil dari situs web Universitas Katolik Parahyangan.

Berita Terkini

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

UNPAR.AC.ID, Bandung – Sampai saat ini, masyarakat sering kali menghakimi atau mendiskriminasi suatu golongan tertentu yang masih kental dengan adat serta budaya seperti masyarakat adat, serta mengaitkannya dengan agama. Namun, Mgr. Geise, seorang misionaris sekaligus...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jul 14, 2021

X