UNPAR Tandatangani Kontrak PKKM 2021 dengan Ditjen Dikti Kemendikbudristek

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menandatangani kontrak bersama Direktorat Jenderal Pendidikan (Ditjen Dikti) pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) usai memenangkan hibah kompetisi dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun anggaran 2021, Jumat (2/7/2021). Tak hanya UNPAR, penandatanganan secara simbolis yang berlangsung daring itu pun dihadiri 141 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). 

DIketahui bahwa UNPAR menjadi penerima bantuan pemerintah bersama 45 perguruan tinggi (PT) lainnya dalam Liga II PKKM Kemendikbudristek. PPKM sendiri dibagi dalam III (tiga) liga dan UNPAR termasuk ke dalam Liga II.

PPKM merupakan program yang memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan memfasilitasi, mendorong, dan mempercepat PT mencapai tujuannya yang tercermin dalam 8 Indikator Kinerja Utama (IKU). 

Liga II PKKM Kemendikbudristek didasarkan pada kapasitas perguruan tinggi sesuai Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Liga II yaitu kampus dengan jumlah mahasiswa 5.001 hingga 18.000 mahasiswa, pagu minimum Rp 1 miliar per program studi per tahun. Sementara pagu maksimum Rp 8 juta per mahasiswa aktif setiap program studi. Dana kompetisi tersebut dapat digunakan untuk peralatan, tenaga ahli, pengembangsan staf, lokakarya, seminar, inovasi pembelajaran, akreditasi, bantuan atau intensif mahasiswa, dan pembiayaan komponen lainnya. Dua Program Studi UNPAR pun berhasil menerima hibah kompetisi tersebut, yaitu Prodi Teknik Sipil pada Fakultas Teknik dan Prodi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi.

Sekretaris Ditjen Dikti Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P, dalam laporannya menuturkan bahwa dari 280 PT yang lolos administrasi, hanya 142 PT yang lolos verifikasi dan memenangkan bantuan pemerintah. Dari jumlah tersebut, sebanyak kurang lebih 60 persen hibah dimenangkan PTS.

“Dan ini membuktikan komitmen Kemendikbudristek bahwa tidak pernah ada perbedaan (perlakuan) antara PTN dan PTS. Kalau memang qualified untuk mengikuti program ini, maka kami sampaikan laporannya bahwa 60 persen ditujukan kepada PTS, yaitu sekitar Rp 300 miliar, kemudian Rp 200 miliar kegiatan PKKM diserahkan ke PTN,” tutur Paristiyanti.

Penandatanganan kontrak kerja sama pun dilakukan oleh Direktur Jenderal Dikti Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng. secara simbolis dan disaksikan oleh seluruh 142 pimpinan PT atau yang mewakili. Dia berharap, melalui penandatanganan kontrak bersama Ditjen Dikti ini, menambah imunitas bagi 142 PT di tengah kondisi pandemi Covid-19. 

Lebih lanjut, hibah PKKM diharapkan bisa mengakselerasi kemajuan PT dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan Indonesia Jaya sebagaimana yang dicita-citakan bersama.

“Kepada 142 pimpinan perguruan tinggi, saya ucapkan selamat, apresiasi atas kerja keras yang dilakukan dalam menyiapkan proposal dan persiapan kerja sama segala macam. Saya lihat ada yang kerja samanya dengan lebih dari 20 perusahaan dan sebagainya. Mudah-mudahan ini betul-betul mengakselerasi sinergi antara kampus dengan mitra kampus untuk menyiapkan anak-anak kita menjadi profesional handal di masa depan,” ucapnya.

Dia pun mengucapkan terima kasihnya kepada para reviewer yang telah menunjukkan ketetatan kompetisi. Hal ini bisa dilihat dari proses awal hingga akhirnya hanya 142 PT yang lolos verifikasi dan direkomendasikan mendapatkan hibah pemerintah.

“Mohon dana hibah ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai sasaran-sasaran yang sudah ditetapkan. Bagi teman-teman PT yang belum berhasil saat ini atau PT yang mengusulkan 5 prodi tapi hanya 1 prodi yang lolos, jangan patah semangat. Mudah-mudahan di tahun yang akan datang bisa mengikuti program ini selanjutnya,” ujarnya. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)

The post UNPAR Tandatangani Kontrak PKKM 2021 dengan Ditjen Dikti Kemendikbudristek appeared first on Universitas Katolik Parahyangan.

Berita Terkini

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

UNPAR.AC.ID, Bandung – Sampai saat ini, masyarakat sering kali menghakimi atau mendiskriminasi suatu golongan tertentu yang masih kental dengan adat serta budaya seperti masyarakat adat, serta mengaitkannya dengan agama. Namun, Mgr. Geise, seorang misionaris sekaligus...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jul 2, 2021

X