Data Science UNPAR: Empat Pacak dan Daya Tawar

Perkembangan sains dan teknologi yang beriringan sedemikian cepat membuat ‘data’ memiliki posisi sentral. Alih-alih dianggap sebatas ‘tumpukan’ angka, Kini membuka data sama dengan mengejar ketertinggalan Indonesia di sektor sumber daya manusia (SDM). 

Menguasai data kini menjadi menjadi suatu keharusan. Tantangannya tentu bagaimana kita bisa mengolah data dan menganalisisnya dengan cara yang tepat serta memudahkan dalam mengambil sebuah kesimpulan. Memahami konsep dan teknik menjadi esensial di masa kini, dimana semua bidang diprediksi membutuhkan tenaga ahli yang mafhum akan sains dan teknologi.

Era industri 4.0 ini, skill set menjadi kunci. Program Data Science pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) pun menawarkan jawaban atas kebutuhan terkini. Memfasilitasi perkembangan kebutuhan industri akan tenaga ahli dengan kemampuan mumpuni di bidang Data Science di Indonesia jadi ikhtiar tersendiri setakat kini. 

Tahun 2019 menjadi titik awal bagi Prodi Teknik Informatika UNPAR membuka Program Data Science-dimana menjadi Prodi pertama-di Indonesia yang membuka Program Data Science untuk tingkat S1. Program Data Science UNPAR dibuka untuk mendekatkan kurikulum pengajaran dengan kebutuhan nyata pada industri.

Mendekatkan kurikulum dengan kebutuhan industri pun dituangkan dalam serangkaian strategi utama. Mulai dari kerja praktik dan tugas akhir hingga kuliah-kuliah yang terintegrasi dengan sertifikasi dari pihak industri. 

Empat Pacak

Ringkasnya, lulusan Program Data Science UNPAR mesti menguasai beberapa bidang ilmu, keahlian, dan keterampilan yang dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu keahlian substansi di bidang yang spesifik; matematika dan statistika; teknologi; pemrograman dan basis data; serta komunikasi dan visualisasi.

Bekal yang diberikan diharapkan menjadikan lulusan Data Science UNPAR siap bekerja di industri sebagai Data Scientist atau Data Engineer pada masalah-masalah yang terkait dengan Big Data. Tak sekadar bualan semata, topik-topik mata kuliah pada Data Science UNPAR dirancang dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memproses, menganalisis, dan mempresentasikan hasil analisis dari Big Data. 

Keterkaitan yang erat dengan industri pun diantisipasi melalui kurikulum yang menggunakan teknologi, bahasa pemrograman, dan tools yang digunakan industri selama pembelajaran pada tiap mata kuliah. Sepanjang masa perkuliahan, mahasiswa juga dipersiapkan untuk mengambil sertifikasi internasional di bidang Data Science. Contoh sertifikasi yang dapat diambil oleh mahasiswa di antaranya ialah IBM Professional Science Certificate dan Google Cloud Platform Big Data and Machine Learning Fundamentals. 

Kurikulum dan metode pembelajaran yang dirancang secara matang itu, mengarahkan agar lulusan Data Science UNPAR menjadi Data Scientist, Data Engineer, dan mahasiswa studi lanjut ke jenjang magister. Kurikulum pun sudah dirancang untuk memenuhi/mengisi semua keahlian yang dibutuhkan para lulusan. 

Daya Tawar

Bagaimana daya tawar lulusan Data Science di Indonesia? Bila berpegangan pada sejumlah survei yang dilakukan berbagai lembaga, kebutuhan Data Scientist di Indonesia sangat besar. Survei IBM mencatat setidaknya ada kenaikan kebutuhan sebanyak 364.000 Data Scientist menjadi 2.720.000 di seluruh dunia di tahun 2020. Di sisi lain, hasil survei Price Waterhouse Cooper (PwC) 2019 menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan sumber daya manusia dengan kebutuhan kemampuan yang kompleks atau skill set. Kondisi tersebut tentunya menjadi tantangan untuk pemenuhan ketersediaan talenta mumpuni di Indonesia.

Dipaparkan lebih lanjut dalam Buku Pangantar Data Science dan Aplikasinya bagi Pemula, pada laporan Global Skills Index 2020 yang diterbitkan oleh Coursera (penyelenggara kursus daring global), untuk bidang Data Science Indonesia ditempatkan pada posisi lagging atau tertinggal. Dari 60 negara di benua Amerika, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia yang ditelaah, Indonesia berada di posisi 56. Untuk mengejar ketertinggalan, sudah tentu penyiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang Data Science diperlukan.

Program Data Science UNPAR memiliki kompetensi mumpuni untuk mengarahkan lulusannya menjadi para ahli yang menjanjikan di masa depan. Data kini tak sekadar kumpulan informasi belaka, Program Data Science UNPAR siap mengambil peran dan menjawab kebutuhan akan talenta digital. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)

The post Data Science UNPAR: Empat Pacak dan Daya Tawar appeared first on Universitas Katolik Parahyangan.

Berita Terkini

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

Menilik Relasi Masyarakat Baduy dan Agama dalam Sudut Pandang Geise

UNPAR.AC.ID, Bandung – Sampai saat ini, masyarakat sering kali menghakimi atau mendiskriminasi suatu golongan tertentu yang masih kental dengan adat serta budaya seperti masyarakat adat, serta mengaitkannya dengan agama. Namun, Mgr. Geise, seorang misionaris sekaligus...

Kontak Media

Divisi Publikasi

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung
40141 Jawa Barat

Jun 28, 2021

X